Penerbit Pustaka Arafah sudah berusia 7 tahun. Didirikan pada Februari 2001, sekarang sudah menerbitkan ratusan buku keislaman. Buku-buku yang diterbitkan adalah buku yang bertemakan tazkiyatun nufs, muhasabah, kitab-kitab rujukan dari ulama salaf yang teruji. Hingga kini masih mencoba untuk istiqamah di ranah buku-buku pembinaan hati dan ibadah secara umum. Penerbit ini memiliki satu kekhasan dalam setiap kover bukunya. Kekhasan tersebut adalah pada garis pinggir putihnya yang cukup jelas. Saat ini penerbit Pustaka Arafah memiliki beberapa imprint : Samudera, Granada Mediatama, Media Zikir dan Islamika. lihat buku
SAMUDERA
Merupakan imprint dari Pustaka Arafah. Penerbit yang sejak awal punya misi untuk menyediakan bacaan-bacaan segar di relung hati remaja ini sudah mengawali kiprahnya 3 tahun yang lalu. Buku-buku yang diterbitkan seputar tema remaja, pengembangan diri, psikologi populer dan keluarga. Ranah ini cukup beragam tema-tema yang dimiliki sehingga sangat memungkinkan membuka celah bagi para penulis lokal. Sudah banyak penulis lokal yang bekerja sama dengan Samudera.
lihat buku
GRANADA MEDIATAMA
 Penerbit ini mengambil spesifikasi lainnya, yaitu tentang tema-tema akhir jaman yang bagus untuk dikembangkan dan dipelajari. Salah satu buku yang fenomenal adalah buku berjudul Dajjal Sudah Muncul dari Khurasan. Sebagian besar merupakan buku-buku karya penulis lokal. Namun tidak juga menutup kemungkinan buku-buku terjemahan diterbitkan oleh penerbit ini.
lihat buku
MEDIA ZIKIR
Penerbit ini juga merupakan imprint dari pustaka arafah. Penerbit ini sengaja memusatkan diri pada buku-buku panduan ibadah praktis. Misinya adalah menemani umat islam beribadah dalam setiap harinya. Menjadi panduan agar ibadah mereka sesuai dengan petunjuk Nabi dan ulama yang muktabar. lihat buku
MEDIA ISLAMIKA
Penerbit ini lebih memilih segmentasi pasar yang berbeda. Buku-buku yang diterbitkan lebih mengacu pada tema buku-buku untuk para aktivis pergerakan. Sehingga buku-buku Islamika lebih banyak didominasi oleh tema perjuangan ummat Islam yang tidak bisa dilepaskan dari konteks peradaban hari ini. lihat buku
|